Makna Filosofi Ketupat saat Idul Fitri

Zeropromosi - Menjelang Idul fitri kita pasti tidak akan asing lagi melihat penjual ketupat menjamur dimana-mana dan bahkan ketupat juga dijadikan ornamen hiasan di kantor, toko, mall, pasar swalayan dan tempat lainnya yang melambangkan event dari idul fitri tersebut. Saat Idul fitri ketupatpun sudah menjadi makanan wajib ada di setiap rumah yang disajikan dengan opor ayam.

Makna Filosofi Ketupat saat Idul Fitri

Nah apakah kita sudah tahu filosofi makna dari ketupat itu sendiri?

Supaya lebih bisa memaknai moment idul fitri, yuk kita simak filosofi ketupat yang kami rangkum untuk anda :

1. Ketupat saat Idul Fitri Menggambarkan keragaman kesalahan manusia

Ketupat saat Idul Fitri Menggambarkan keragaman kesalahan manusia
Kalau kalian ada yang pernah mencoba membuat anyaman ketupat pasti tahu betapa rumitnya membuat ayaman atau bungkusan ketupat
Hal itu menggambarkan betapa manusia memiliki banyak kesalahan yang harus kita sadari

2. Ketupat saat Idul Fitri mencerminkan Hati yang bersih

Ketupat saat Idul Fitri mencerminkan Hati yang bersih
Hayo tebak pada waktu ketupat dibuka atau dibelah yang terlihat warnanya apa? Pasti nasi putih kan, nah itu merupakan cerminan atau gambaran bahwa hati kita dibersihan dan disucikan lagi setelah meminta permohonan maaf dan ampun dari segala kesalahan yang diperbuat baik sengaja maupun tidak sengaja.

3. Ketupat saat Idul Fitri merupakan simbol Bentuk kesempurnaan

Ketupat saat Idul Fitri merupakan simbol Bentuk kesempurnaan
Setelah selama sebulan berpuasa menahan haus dahaga, lapar, dan hawa nafsu lainnya di bulan Ramadan yang diakhiri dengan merayakan Idul fitri yaitu hari raya kemenangan umat islam.
Itu seperti sebuah simbol bentuk kesempurnaan dan ketupat menggambarkan bentuk kesempurnaan dengan anyaman yang rumit namun bisa menjadi bentuk yang indah

4. Ketupat saat Idul Fitri Mencerminan permohonan ampun

Ketupat saat Idul Fitri Mencerminan permohonan ampun
Umumnya ketupat disajikan dengan lauk bersantan seperti opor ayam sehingga pada pantun Jawa dikatakan "kupa santen" artinya adalah "kulo lepat nyuwun ngapunten" kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang berarti "saya salah, saya mohon maaf".
Nah Menarik bukan? Semoga dengan semakin mengerti dan memahami filosofi mengenai ketupat akan membuat kita semakin memaknai ikon tradisi Lebaran yaitu ketupat.
Jadi tidak hanya asal makan dan menikmati tetapi lebih dari sekedar memakannya.
Silahkan bagikan keteman-temanmu ya agar info ini banyak yang tahu

» Thanks for reading Makna Filosofi Ketupat saat Idul Fitri

0 Response to "Makna Filosofi Ketupat saat Idul Fitri"

Posting Komentar

Komentar anda sangat membantu

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *