Asal – Usul Tradisi Bakar Rumah dan uang Kertas Saat upacara kematian

Zeropromosi - Konon tradisi "Bakar Rumah-rumahan dan uang Kertas" ini baru dimulai pada zaman pemerintahan Kaisar Lie Sie Bien (Lie She Min) dari Kerajaan Tang di Tiongkok. Lie Sie Bien adalah seorang kaisar yang adil dan bijaksana serta pemeluk Agama Buddha yang taat sehingga beliau dicintai oleh rakyatnya.

Asal – Usul Tradisi Bakar Rumah dan uang Kertas Saat upacara kematian

Sang kaisar yang hidup kembali menghimbau agar orang kaya membakar rumah kertas yang terbuat dari bambu. Bambu ini dibeli dari penduduk di luar kota raja yang miskin

Sejak zaman dahulu sebenarnya ada 2 jenis kertas yang digunakan dalam tradisi ini. Kertas yang tengahnya berwarna keemasan (Kim Cua) dan kertas bagian tengahnya keperakkan (Gin Cua).
Konon tradisi bakar rumah-rumahan dan uang kertas’ ini baru dimulai pada zaman Kaisar Lie Sien Bien (Lie She Bien) dari kerajaan  Tang di Tiongkok. Lie Sien Bien adalah seorang kaisar yang adil dan bijaksana serta pemeluk agama Budhha yang taat sehingga selalu dicintai oleh rakyatnya.
Asal – Usul Tradisi Bakar Rumah dan uang Kertas Saat upacara kematian

Awalnya, kaisar sangat puas dengan kemakmuran yang ada di sekeliling kerajaan. Masyarakat kota raja hidup bahagia, tentram dan damai. Sampai suatu ketika, kaisar pergi keluar kota raja. Kaisar melihat keadaan masyarakatnya yang sesungguhnya kemiskinan.

Keadaan di luar kota raja sungguh menyedihkan. Penghasilan mereka hanya cukup untuk makan, mereka tidak punya apa-apa. Hidup dalam kemiskinan. Harta yang mereka punya hanya rumpon bambu saja, pepohonan itu ada di halaman rumah mereka.

Sekembalinya ke kota raja, sang kaisar murung dan terus berpikir keras bagaimana caranya untuk menyeimbangkan kesejahteraan rakyatnya baik yang di kota maupun yang di luar kota raja. Akhirnya, dikisahkan sang raja mendapatkan ide untuk berpura-pura sakit parah, kemudian mangkat, dengan demikian seluruh orang kaya di kota raja akan berkumpul untuk melayat beliau.
Alkisah, setelah beberapa hari kemudian Kaisar Lie Sie Bien hidup kembali. Kemudian  kaisar bercerita mengenai perjalanan panjang menuju alam neraka. Suatu alam yang dialaminya selama saat kematiannya.

Kaisar berkisah, ketika dalam perjalanan menuju alam neraka, sang kaisar bertemu ayah bunda, dan sanak keluarga, serta teman-temannya yang telah lama meninggal dunia. Dimana dikisahkan bahwa kebanyakan dari mereka berada dalam keadaan menderita kelaparan, kehausan, dan serba kekurangan. Padahal dulu semasa hidupnya hidupnya senang dan mewah. Keadaan mereka sangat menyedihkan, walaupun saat ini anak-anak dan keturunannya yang masih hidup berada dalam keadaan senang dan bahagia.

Makhluk-makhluk yang menderita ini berteriak memanggil Lie Sie Bien untuk meminta pertolongan dan bantuannya mengurangi penderitaan mereka. Menurut kaisar mereka ini sangat mengharapkan bantuan dan pemberian dari keturunan dan sanak  keluarganya yang masih hidup.

Lalu sang Kaisar menghimbau keluarga yang masih hidup dianjurkan untuk mengirimkan bantuan dana/uang kepada mereka yang berada di alam penderitaan itu dan dana bantuan itu berupa “Rumah-rumahan” dan uang-uangan untuk dibakar yang terbuat dari bambu-bambu. Bambu yang dibeli dari penduduk di luar kora raja. Inilah bahan dasar pembuatan kertas saat itu.

Mereka yang mempercayai tradisi ini beranggapan bahwa dengan membakar kertas emas dan perak itu berarti mereka telah memberikan kepingan uang emas dan uang perak kepada para dewa atau leluhur mereka; sebagaimana diketahui kepingan emas dan perak adalah mata uang yang berlaku pada zaman Tiongkok kuno.

Asal – Usul Tradisi Bakar Rumah dan uang Kertas Saat upacara kematian

Tradisi bakar rumah dan uang dari kertas juga memiliki pesan moral tersirat untuk berbakti kepada orang tua kita . Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya. Karena maksud dari tradisi ini sebenarnya sangat baik dan memiliki nilai moral yang tinggi, terkadang hanya karena ketidak tahuan maka bisa terjadi penyimpangan yang tidak dipahami.

» Thanks for reading Asal – Usul Tradisi Bakar Rumah dan uang Kertas Saat upacara kematian

0 Response to "Asal – Usul Tradisi Bakar Rumah dan uang Kertas Saat upacara kematian"

Posting Komentar

Komentar anda sangat membantu