Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek

Zeropromosi.com - Imlek juga sering disebut Sin Tjia. Perayaan ini menjadi salah satu perayaan penting bagi warga keturunan Tionghoa.  Kata Imlek (im=bulan, lek=penanggalan) berasal dari dialek Hokkian atau Bahasa Mandarin-nya Yin Li yang berarti kalender bulan (Lunar Newyear)

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek

Menurut sejarah, Sin Cia merupakan sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Tiongkok yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Tahun baru Tionghoa ini dirayakan setiap tahunnya, sesuai dengan perhitungan tahun China. Dalam perayaan Imlek ini, rakyat Tionghoa mempunyai tradisi uniknya sendiri.

Mau tau tradisi- yang biasa dilakukan untuk menyambut ataupun merayakan Tahun Baru Imlek yang pada saat ini masih dapat kita lihat, silahkan dibaca :

1. Tradisi Membersihkan Rumah (“Shau Chen [扫尘]”)

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Tradisi ini merupakan lambang keyakinan bahwa rumah akan bersih dari keburukan dan siap menerima keberuntungan di tahun yang baru. Rumah yang bersih juga sedap dipandang mata kan?
Namun, tepat saat perayaan Imlek datang, mereka dilarang keras untuk menyapu rumah lho. karena itu artinya mengusir keberuntungan yang sudah hadir di rumah.

2. Mendekorasi Ulang Rumah

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Selain dibersihkan, rumah juga didekorasi menjelang Imlek. Pintu dan jendela di cat ulang, serta ditempeli kertas yang bertuliskan kalimat atau kata-kata baik. Dekorasi biasanya dominan menggunakan warna merah, yang bagi etnis Tionghoa melambangkan sesuatu yang sejahtera dan kuat, serta membawa keberuntungan.

Menurut kepercayaan orang Tionghoa, nian atau sejenis makluk buas yang hidup di dasar laut atau gunung akan keluar saat musim semi atau saat tahun baru Imlek. Kedatangan mereka pun dilanjutkan dengan mengganggu manusia, terutama anak kecil. Namun jangan khawatir. Menghias rumah, pakaian, dan aksesoris berwarna merah dapat mengusir nian karena ia takut dengan warna merah. Jadi, tidak heran kalau nuansa merah begitu jelas terlihat saat Imlek.

3. Pantang menyajikan dan makan bubur ketika Imlek

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Tahukah Anda Ada juga makanan yang pantang di makan saat Imlek. Warga Tionghoa biasanya pantang menyajikan dan makan bubur ketika Imlek.
Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan. Karena itu, saat perayaan Imlek, mereka dilarang keras untuk mengonsumsi bubur.

4. Tidak Boleh Membalik Ikan saat Menyantapnya

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Menikmati ikan saat Imlek juga sangat unik. Ikan yang dihidangkan tidak boleh dibalik posisinya. Jadi, kalaupun ingin mengambil daging pada sisi lain ikan, posisinya harus tetap dipertahankan.
Ikan itu juga tidak boleh habis, melainkan disisakan untuk acara makan keesokan harinya. Masyarakat Tionghoa percaya kalau kebiasaan ini merupakan lambang dari nilai surplus untuk tahun yang akan datang.

5. Tidak tidur pada malam Tahun Baru Imlek (“Shou Sui [守岁]”)

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Tidak tidur pada malam Tahun Baru Imlek merupakan salah satu Tradisi yang dilakukan dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Setelah makan malam bersama, semua anggota keluarga berkumpul dan mengobrol dengan santai menunggu detik-detik pergantian Tahun dengan suka ria.

Terdapat 2 arti dalam Tradisi tidak tidur pada malam Tahun Baru Imlek, yaitu :
1. Untuk yang sudah lanjut usia, Tidak tidur pada malam Tahun Baru Imlek menandakan mereka sudah melewati Tahun yang lama dan harus bersyukur serta menghargai waktu yang akan datang.
2. Untuk Pemuda dan anak-anak, Tujuan Tidak tidur pada malam Tahun Baru Imlek adalah untuk mendoakan supaya orang tuanya panjang umur.

6. Melunasi atau Mengurangi Hutang

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Menjelang tahun baru, warga Tionghoa melunasi atau mengurangi jumlah hutang sebagai salah satu tradisi. Harapannya, pada tahun selanjutnya tidak terbebani dengan hutang.

7. Membeli pakaian dan juga sepatu baru, serta menggunting rambut

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Tradisi menjelang Imlek lainnya adalah membeli pakaian dan juga sepatu baru, serta menggunting rambut. Pakaian baru yang dikenakan pada hari Imlek biasanya berwarna merah atau warna terang lainnya.
Apa maksudnya? Warga Tionghoa percaya pentingnya penampilan dan sikap baru yang optimis menghadapi masa depan. Harapannya, masa depan tetap terang dengan kamakmuran dan rizki.

8. Kembang Api / Petasan (“Bao Zhu [爆竹]”)

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Kembang api merupakan salah satu pertunjukan yang sangat populer untuk memeriahkan Imlek, karena suara gaduhnya dipercaya membuat mahluk jahat nian ketakutan.
Arti dari petasan adalah untuk mengusir nasib-nasib buruk tahun sebelumnya dan mengharapkan masa depan yang lebih cerah dan bahagia.

9. Mengunjungi Keluarga Besar / Saling mengunjungi (“Pai Nian [拜年]”)

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Pada Tahun Baru Imlek yang berbahagia ini, setiap orang bangun pagi dan memakai pakaian baru, kemudian berkunjung ke rumah-rumah Saudara dan teman-teman, mengucapkan kata-kata penuh harapan.
Dalam kegiatan Pai Nian, biasanya yang generasi yang lebih muda akan melakukan kunjungan ke keluarga ataupun saudara-saudaranya yang lebih tua untuk memberikan hormat.

Tidak hanya lebaran, Imlek juga menjadi salah satu momen yang tepat untuk mengunjungi saudara agar tali persaudaraan tidak terputus. Tidak heran jika pada saat-saat tersebut banyak masyarakat dari etnis Tionghoa yang pulang kampung untuk merayakan Imlek bersama keluarga mereka.

10. Angpao

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Makna tradisi membagikan angpao pada saat Imlek ini adalah berkaitan dengan transfer energi dan kesejahteraan. Orang yang sudah berkeluarga memberikan rizki kepada orang tua dan anak-anaknya. Begitu juga orang yang cukup mampu, harus berbagi rizki dengan yang tidak mampu.

Kata Angpau berasal dari bahasa Hokkian yang berarti ang (merah) dan pau (amplop/bingkisan). Itulah sebabnya kenapa angpao harus dimasukkan dalam amplop berwarna merah.
Menurut warga Tionghoa, warna merah merupakan simbol kebaikan dan kesejahteraan. Selain itu, warna merah dipercaya mampu membawa kebahagiaan dan semangat serta nasib baik.

11. Liong/Naga dan Barongsai

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Tradisi ini adalah tradisi wajib pada perayaan Imlek. Dalam kepercayaan warga Tionghoa, barongsai dipercaya bisa melimpahkan rejeki dan menolak segala kejahatan.

12. Imlek pun sangat identik dengan hujan

Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek
Bagi masyarakat Tionghoa di saat Imlek, hujan sepanjang perayaan Imlek dikaitkan dengan sumber rezeki, dengan turunnya hujan maka banyak rezeki yang berdatangan di muka bumi.
Namun, yang sangat penting adalah menyambut Tahun Barun Imlek dengan cara membersihkan hati, menyucikan nurani, dan tekad berusaha lebih baik di tahun mendatang.

Demikian 12 tradisi saat Imlek. Apakah Anda mempunyai tradisi lain dalam keluarga Anda? Atau Anda tahu tradisi Imlek lain yang unik? Silakan sharing di kolom komentar di bawah ini.

Gong Xi Fat Chai,selamat merayakan untuk Anda yang merayakannya.

» Thanks for reading Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek

0 Response to "Mengintip 12 tradisi yang biasa dilakukan saat merayakan Imlek"

Post a Comment

Komentar anda sangat membantu

back to top